SESUNGGUHNYA kematian itu adalah hak, dan tidak dapat dinafikan bahawa kematian itu pasti akan dialami dan dirasai oleh setiap makhluk yang berjiwa. Sesiapapun tidak dapat melarikan diri dari kematian. Itulah hakikat yang harus diterima dan dihadapi oleh semua makhluk di dunia ini.
Apa yang telah berlaku kepada mereka yang terlebih dahulu telah meninggalkan kita. Ke manakah perginya mereka dan dimanakah mereka berada kini? Ssungguhnya mereka semua telahpun merasai kematian, dan sudah menduduki di alam yang lain. Mereka itu berada di alam kubur (barzakh) kini. Mahu tidak mahu, kita juga pasti akan menyusuli mereka, tapi tidak tahu bilakah hari itu akan tiba.
Bagaimanakah keadaan kita apabila tiba giliran kita dijemput malaikat maut kelak? Apakah kita mati dalam kesudahan yang baik atau kesudahan yang tidak baik? Tentang kesulitan-kesulitan yang bakal kita hadapi pada saat maut menghampiri kita. Mampukah kita melalui saat yang getir seumpama itu, berhadapan dengan kematian itu sendiri bersama persediaan yang mungkin belum memadai?
Nabi saw bersabda yang bermaksud,
"Cukuplah kematian itu sebagai penasihat."
( Riwayat Thabrani dan Baihaqi )
Pernahkah pula kita memikirkan apa yang akan berlaku kepada kita setelah mati? Apakah kita akan menghadapi kesengsaraan sewaktu berada di alam kubur di mana kita ditinggalkan keseorangan di dalam kegelapan beserta ulat-ulat yang bersedia untuk memamah tubuh kita. Menanti juga di sana dua orang malaikat yang ditugaskan oleh Allah untuk mengajukan pertanyaan demi pertanyaan kepada kita. Apakah mampu kita menjawabnya atau mungkin mulut kita terkunci sama sekali?
Selanjutnya mengenai seksa kubur dan bermacam-macam lagi bencana yang mengerikan dan menakutkan yang diuntukkan untuk mereka yang dimurkai oleh Allah. Adakah kita termasuk di dalam golongan manusia yang sedemikian